Cermin Diri
Assalamu a'laikum wrth & salam Mahabbah
Kali ini penulis ingin berkongsi bicara tentang Cermin Diri. Bicara ini bibuat tanpa prejudis yang negatif. Ia hanya satu perkongsian minda bagi membuka pemikiran kita bersama untuk muhasabah diri dan tidak ditujukan kepada mana-mana individu tertentu....
Kali ini penulis ingin berkongsi bicara tentang Cermin Diri. Bicara ini bibuat tanpa prejudis yang negatif. Ia hanya satu perkongsian minda bagi membuka pemikiran kita bersama untuk muhasabah diri dan tidak ditujukan kepada mana-mana individu tertentu....
Tatkala kudatangi sebuah cermin . Tampak sesusuk yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh , sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat itu.
Tatkala kutatap wajah , hatiku bertanya .
Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya bersinar indah di mata guru dan murid atau di syurga sana ?
Ataukah wajah ini yang kelak akan hangus legam di mata mereka dan neraka Jahannam
Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya
Mata inikah yang akan menatap penuh kenikmatan dunia dan akhirat.
Menatap Tuhan, menatap murid-murid yang berjaya?
Ataukah mata ini yang terbeliak , melotot , menganga , terburai menatap
data yang mempamerkan prestasi yang menyakitkan.
Akankah mata akan menyelamatkan ?
Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini ? .... Headcount.
Tatkala kutatap mulut ,
Apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh keikhlasan.
Menyampaikan ilmu, memberi maklumat dan panduan tanpa ketirisan?
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur , dengan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.
Ataukah mulut ini menjadi pemakan buat umpatan..yang getir penghangus , penghancur setiap bekalan. Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang ? Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan ?
Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam. Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu ?
Betapa jarang engkau jujur. Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.
Tatkala kutatap tubuhku. Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya ? Bersinar , bersukacita , berbahagia di surga ?
Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur , mendidih , di dalam lahar membara jahannam , terpasung tanpa ampun , derita yang tak pernah berakhir.
Wahai tubuh , berapa banyak dosa yang engkau lakukan ?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu ?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas ?
Ketika kutatap hai tubuh.
Seperti apa gerangan isi hatimu Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu Apakah hatimu segagah ototmu Atau selemah daun-daun yang mudah rontok.
Ataukah hatimu seindah penampilanmu Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu Betapa beza ..betapa beza , apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi.
Betapa beza apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi . Aku telah tertipu , aku tertipu oleh topeng.
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka .
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng.. Sedangkan aku hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus Aku tertipu , aku malu ya Allah Allah ..selamatkan daku ..Amin ya Rabbal 'alamin Doa Lihat Cermin : ????? ??? ???? ???? ? ???? ???? ?????.



















